TUGAS JURNAL REVOLUSI DIGITAL 4.0 DI INDONESIA

 

  

TUGAS JURNAL

REVOLUSI DIGITAL 4.0 DI INDONESIA

 


       

KELOMPOK 12:        

                ARYANSYACH APRIYANDI – 50420243       

                MUHAMMAD ALFIAN DARMAWAN – 51420369       

                MUHAMMAD RIZKY JANUARTA – 50420914       

KELAS: 2IA17       

MATA KULIAH: PENG. TEK. INTERNET & NEW MEDIA        

TANGGAL: 18 Januari 2022       

      

 

IDENTITAS JURNAL    

   

Judul Jurnal: (DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL 4.0)     

Penulis Jurnal: (Muhammad Alwan    

Tahun jurnal: (Februari 2021)      

Jurnal: (Journal of Islamic Education)      

Volume: (06)      

No: (01)      

Hal: (1-18)
 

ISSN: (2614-1612)  

   

 

  

HASIL ANALISA  

 

1. Jelaskan sejarah singkat revolusi industry 4.0 !

 

Awalnya, Revolusi Industri 4.0 dipicu ketika Internet mulai berkembang dan berkembang dengan kecepatan tinggi pada tahun 2000-2005. Namun, ketika sistem Internet mulai merambah semua produk, layanan publik, penyimpanan cloud, data besar pada tahun 2010 dan seterusnya, reputasi revolusi industri 4.0 semakin berkembang. Bahkan, Industri 4.0 membuat sistem otomasi semakin dikenal dan digunakan di berbagai industri. Akhirnya memulai banyak pekerjaan yang hilang. Namun dilihat dari kemajuan zaman dan teknologi, inilah salah satu resiko yang harus dihadapi.

2. Jelaskan area industry digital yang dibahas pada jurnal !

 

Area industry digital yang dibahas pada jurnal adalah Pendidikan “Belajar dari Rumah”. Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua. Metode dan media pelaksanaan BDR dilaksanakan dengan dengan Pembelajaran Jarak Jauh yang dibagi kedalam dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Untuk  jarak jauh dalam jaringan (daring) bisa menggunakan google meet, zoom, google class sedangkan untuk luar jaringan (luring) bisa menggunakan tv dan dokumen Jenis kegiatan yang dilakukan luring lainnya yaitu menonton acara pendidikan di televisi sebagai pembelajaran siswa sekolah atau juga mengumpulkan karya berupa kliping.

 

3. Jelaskan pula kendala yang dihadapi sebelum dilakukan implementasi revolusi digital tsb

 

Virus corona berdampak pada munculnya kebijakan pada setiap Negara untuk menutup aktifitas sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan kampus untuk sementara waktu. Covid-19 tidak hanya hanya mempengaruhi ekonomi dan politik di Negara terdampak namun juga pada bidang pendidikan secara menyeluruh. Social Distancing dan Physical distancing merupakan salah satu kebijakan yang diterapkan untuk dapat terhindar dan tercegah dari terkena covid-19, dimana masyarakat dihimbau untuk tetap berada “di rumah saja” untuk menjalankan segala bentuk aktifitas termasuk ibadah. Di Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat edaran untuk mengatur pelaksanaan pendidikan masa darurat virus corona dengan menerapkan konsep “Belajar dari Rumah”,“Work From Home”, dan “Ibadah dari Rumah” yang dinilai sebagai upaya yang tepat dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Sehingga kebijakan tersebut maka muncul inovasi dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu dengan pembelajaran berbasis online.

 

4. Jelaskan apa saja keuntungan dan kerugian dalam implementasi revolusi industry pada area industry

 

Keuntungan : (1) Pembelajaran bisa dilakukan dimana saja (2) Siswa/I menjadi paham tentang teknologi (3) Siswa/I aman dari bahaya Covid-19

           

Kerugian : (1) penugasan yang terlalu berat dengan waktu yang singkat, (2) banyak tugas merangkum dan menyalin dari buku, (3) jam belajar masih kaku, (4) keterbatasan kuota, (5) sebagian siswa tidak mempunyai gawai pribadi sehingga kesulitan dalam memgikuti daring, (6) terbatasnya sarana infrastruktur karena tidak semua guru dan siswa memliki perangkat teknologi seperti smartphone dan laptop.

 

 

Komentar