FILM DIGITAL

 

           TUGAS FILM DIGITAL 

 


 



KELOMPOK 12: 

       ARYANSYACH APRIYANDI – 50420243

       MUHAMMAD ALFIAN DARMAWAN – 51420369

       MUHAMMAD RIZKY JANUARTA – 50420914

KELAS : 2IA17

MATA KULIAH : PENG. TEK. INTERNET & NEW MEDIA 

TANGGAL : 19 OKTOBER 2021

 

 


1.     Jelaskan bagaimana perkembangan dinamika dan implementasi serta proses distribusi pertunjukan film digital di Indonesia (terlebih di era new media) !

 

Kehadiran layanan konten internet over the top (OTT) berbasis aplikasi telah membawa banyak pengaruh pada industri hiburan, khususnya bagi perfilman dunia dan Indonesia. Model bisnis berbasis Video on Demand (VoD) telah hadir menggantikan penjualan dan penyewaan DVD/Bluray atau melengkapi siaran TV konvensional. Dalam dua tahun terakhir, perkembangan industri perfilman di platform digital VoD cukup pesat. kehadiran OTT ini mampu menjadi pilihan alternatif bagi para pelaku industri film dalam bertahan di masa pandemi yang cukup membuat kondisi perfilman di tanah air terpukul. Perlu diperhatikan pula bagaimana munculnya sistem distribusi film dan program TV online juga sejalan dengan kultur baru audiens berinteraksi dengan media hiburan. di Indonesia, media online merupakan pilihan utama bagiamana mengkonsumsi dan mensirkulasikan media populer. Hal ini sejalan dengan perubahan gaya hidup kaum muda Indonesia generasi digital. Seperti halnya platform Vidio.com yang didirikan pada tahun 2014 oleh Kreatif Media Karya, mereka menyajikan sebuah platform digital berbasis OTT dan VoD, dengan adanya platform Vidio.com hanya dengan mengakses internet mereka bisa menonton film-film digital. Para pengguna bisa melakukan streaming film, menonton siaran Tv maupun siaran langsung dimana saja dan kapan saja. Dan juga terdapat tayangan premium serta akses download dengan syarat berlangganan pada platform tersebut perbulannya.

 

2.     Jelaskan apa yang kalian ketahui mengenai aliran utama pembuatan film, yaitu independent dan minoritas (third world cinema) !

 

Film independen adalah film atau film pendek yang sebagian besar diproduksi di luar studio film besar, dan juga diproduksi dan didistribusikan oleh studio film independen, meskipun terkadang studio ini merupakan anak perusahaan dari studio besar. Film independen terkadang dapat dengan mudah dibedakan antara konten dan gaya dengan cara berikut, di mana visi artistik individu pembuat film dapat diwujudkan. Film indie biasanya (tetapi tidak selalu) lebih rendah dari anggaran film yang diproduksi oleh studio besar. Secara umum, film independen biasanya dijual dalam rilis terbatas dan biasanya ditayangkan di bioskop alternatif, tetapi film independen juga dapat memiliki publisitas yang lebih besar dan ditayangkan di bioskop arus utama. Film-film independen juga sering diputar di festival-festival film lokal, nasional, dan internasional sebelum dirilis secara besar-besaran (baik melalui bioskop maupun retail). Produksi film independen dapat menyaingi kualitas film arus utama jika film independen tersebut mampu memenuhi kebutuhan dana dan distribusinya. Contoh beberapa nama studio film independent : Film4 Productions ,Lions Gate Films,Summit Entertainment,Overture Films,IFC Films.

Sinema Ketiga adalah proyek estetika dan politik yang prinsip-prinsipnya telah memandu pembuat film di seluruh wilayah Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Sementara prinsip-prinsipnya pada awalnya didefinisikan dan digunakan untuk menggalang para pembuat film pada 1960-an dan 1970-an, Third Cinema masih memengaruhi strategi dan proyek pembuatan film hingga saat ini. Sinema Ketiga terus berkembang seiring dengan perubahan iklim politik, sosial, dan budaya di seluruh dunia; nada film Sinema Ketiga dapat mencerminkan suasana revolusioner dan menyampaikan pesannya dengan percaya diri, menyampaikan kekecewaan atas revolusi yang gagal atau terkooptasi, atau mengungkapkan rasa frustrasi terhadap penindasan kelas, ras, atau gender yang terus berlanjut terhadap dorongan kolonial dari negara-negara Dunia Pertama. Untuk alasan ini, Sinema Ketiga. Istilah "Sinema Ketiga" mencerminkan asal-usulnya dalam apa yang disebut Dunia Ketiga, yang umumnya mengacu pada negara-negara yang terletak di Afrika, Asia, dan Amerika Latin di mana pertemuan historis dengan kekuatan kolonial dan kekaisaran telah membentuk struktur kekuatan ekonomi dan politik mereka. Istilah ini juga menggambarkan respons terhadap bentuk sinematik yang dominan di negara-negara Dunia Pertama dan industri film komersial nasional. Dimana First Cinema memunculkan citra film Hollywood, konsumsi, dan nilai-nilai borjuis, dan Second Cinema mengacu pada film rumah seni Eropa yang menunjukkan inovasi estetika, tetapi tidak selalu politik, Third Cinema mengambil pendekatan yang berbeda untuk pembuatan film, dengan menumbangkan kode sinematik, merangkul revolusioner cita-cita, dan memerangi pengalaman menonton film pasif sinema komersial.

Komentar